26 Oct 2026 Humas Post Dibaca 12 kali

Akreditasi Budidaya Perairan Unkhair, Asesor LAM-PTIP Soroti Mutu dan Sarana Prasarana

Akreditasi Budidaya Perairan Unkhair, Asesor LAM-PTIP Soroti Mutu dan Sarana Prasarana

UNKHAIR, Tim asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM-PTIP) menyoroti implementasi penjaminan mutu dan kecukupan sarana prasarana pada asesmen akreditasi Program Studi (Prodi) Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun (FPIK Unkhair).

Asesmen dijadwalkan berlangsung hingga Selasa (27/10/2026) di Ruang Kuliah Lt. 3 FPIK, Kampus II Unkhair, Kelurahan Gambesi, Ternate.

Tim asesor yang bertugas adalah Prof. Dr. Ir. Hilal Anshary, M.Sc dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, dan Prof. Dr. Ir. Agus Tjahjono, M.S Universitas Brawijaya (UB), Malang.

Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Rektor III Unkhair, H. Jamal H. Arsyad, S.H., M.H, Kepala LPMPP Dr. Abdul Kadir Kamaluddin, S.P., M.Si, Dekan FPIK Dr. Riyadi Subur, S.Pi., M.Si, Kepala BAKK M. Tahir Abd. Kadir, S.H, Kepala BPKU Ir. Nur Dewi Rizka, S.P., M.Pd, para wakil dekan, Koordinator Prodi Budidaya Perairan, serta tim terkait.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Unkhair, Dr. Drs. Hasan Hamid, M.Si, mengatakan akreditasi merupakan instrumen penting untuk mengevaluasi, sekaligus meningkatkan mutu akademik, tata kelola, dan kualitas lulusan.

โ€œAkreditasi merupakan kegiatan strategis dan sistemik untuk menjaga mutu akademik, kualitas lulusan, serta tata kelola lembaga,โ€kata Dr. Hasan saat membuka kegiatan mewakili Rektor Unkhair, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, S.E., M.M.ย 

Menurutnya, penilaian eksternal diperlukan untuk mengidentifikasi kekurangan yang mungkin belum terungkap pada evaluasi internal.

Ia juga mengapresiasi kerja tim task force yang telah mempersiapkan dokumen dan kebutuhan akreditasi.ย 

Dr. Hasan berharap, rekomendasi asesor menjadi dasar pembenahan layanan pendidikan serta penguatan kompetensi lulusan agar mampu bersaing di dunia kerja.ย 

Asesor LAM-PTIP, Prof. Agus Tjahjono, menegaskan bahwa penilaian tidak cukup hanya mengandalkan kelengkapan dokumen. Tim juga akan memeriksa kesesuaian laporan evaluasi diri dengan pelaksanaan nyata di lingkungan prodi.

โ€œHal yang paling penting dalam asesmen lapangan adalah melihat bagaimana implementasinya dalam pengelolaan program studi maupun UPPS,โ€ ujarnya.

Prof. Agus, menekankan dua aspek utama yang menjadi perhatian, yakni pelaksanaan sistem penjaminan mutu dan kecukupan sarana prasarana pendukung akademik. Kedua aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi yang berkualitas.

Selain memeriksa dokumen, tim asesor akan berdiskusi dengan pengelola prodi, dan pihak terkait untuk mengidentifikasi bagian yang masih memerlukan perbaikan.

Asesor lainnya, Prof. Hilal Anshary, mengingatkan pengelola agar memastikan kelengkapan administrasi, termasuk daftar hadir dan lampiran yang harus ditandatangani pihak terkait.

Prof. Hilal mengajak seluruh pihak memberikan respons cepat terhadap laporan hasil asesmen (LHA), agar proses evaluasi dan tindak lanjut berjalan sesuai jadwal.

Klarifikasi akan melibatkan dosen, tenaga kependidikan (tendik), mahasiswa, alumni, dan pemangku kepentingan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan pendidikan.

โ€œKami di sini hanya memotret kembali kondisi yang ada. Karena itu, kami berharap semua pihak dapat memberikan respons dengan cepat agar proses asesmen berjalan baik,โ€ harap Guru Besar ilmu Parasit dan Penyakit Ikan Unhas, Prof. Hilal. (*)

Laporan: Fai |Editor: Polo |Foto: Fai.