23 Jun 2026 Humas Post Dibaca 48 kali

FIB Unkhair dan Dikbud Malut Jalin Kerja Sama, Dorong Literasi dan Pelestarian Cagar Budaya

FIB Unkhair dan Dikbud Malut Jalin Kerja Sama, Dorong Literasi dan Pelestarian Cagar Budaya

UNKHAIR,– Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun (FIB-Unkhair) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara (Dikbud Malut), resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dorong program literasi di sekolah serta mendukung pelestarian warisan sejarah di daerah.

Sinergi ini dirancang untuk mendukung Program Magang Berdampak melalui tiga pilar utama, yang berorientasi pada penguatan pendidikan, pelestarian budaya, dan pemberdayaan mahasiswa.

Pilar pertama adalah Magang Berdampak Mahasiswa, di mana mahasiswa FIB Unkhair akan ditempatkan pada berbagai unit kerja di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara.

Program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga mendorong kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung efektivitas layanan publik dan pengembangan program kebudayaan daerah.

Pilar kedua adalah Penguatan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). Melalui program ini, FIB Unkhair menugaskan akademisi dan pakar di bidang sejarah, budaya, dan antropologi untuk memperkuat TACB Maluku Utara.

Langkah ini bertujuan mempercepat identifikasi, verifikasi, dan pelestarian situs sejarah maupun objek yang diduga sebagai cagar budaya di berbagai wilayah Maluku Utara.

Adapun pilar ketiga adalah Gerakan Literasi SMA dan SMK. Program ini akan melibatkan dosen dan mahasiswa FIB Unkhair dalam berbagai kegiatan peningkatan literasi, seperti pelatihan kepenulisan, bedah buku, hingga optimalisasi perpustakaan sekolah guna meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi siswa.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unkhair yang diwakili Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama FIB Unkhair, Jainul Yusup, S.S., M.Hum, menyampaikan kerja sama tersebut merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang langsung menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kami tidak ingin menjadi menara gading. Melalui PKS ini, ilmu linguistik, sejarah, antropologi, dan sastra yang dipelajari mahasiswa harus mampu memberikan manfaat nyata, baik dalam menguatkan literasi sekolah maupun menjaga warisan budaya daerah,” ujar Jainul.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Dr. Abubakar Abdullah, M. Si, menyambut positif kolaborasi bersama FIB Unkhair.

Menurutnya, keterlibatan akademisi dan mahasiswa menjadi kebutuhan penting untuk mempercepat berbagai program pemerintah di bidang pendidikan dan kebudayaan.

“Maluku Utara memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan bahasa yang luar biasa. Namun, tantangan literasi dan pelestarian cagar budaya masih cukup besar," katanya.

Melalui dukungan tim ahli, serta energi mahasiswa FIB Unkhair, pihaknya optimistis kualitas pendidikan dan pelestarian budaya akan semakin maju.

Diketahui, implementasi kerja sama ini dijadwalkan mulai berjalan pada semester mendatang. Tahap awal akan difokuskan pada pemetaan sekolah sasaran program literasi, serta sinkronisasi data cagar budaya yang menjadi prioritas pelestarian di Maluku Utara. (*)

Rilis: FIB Unkhair |Editor: Polo |Foto: FIB