11 Jun 2026 Humas Post Dibaca 75 kali

Inovasi Pengolahan Sampah, Mahasiswa Unkhair Sabet Bronze Winner Nasional di Seminar Dampak 2026

Inovasi Pengolahan Sampah, Mahasiswa Unkhair Sabet Bronze Winner Nasional di Seminar Dampak 2026

UNKHAIR,-Universitas Khairun (Unkhair) kembali raih Bronze Winner nasional pada kategori dampak pemberdayaan dan Implementasi teknologi inovasi terbaik di ajang Seminar Dampak 2026.

Penghargaan itu diberikan dalam forum yang diinisiasi Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek-RI), di Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, (5–7 Juni 2026).

Prestasi ini mengantarkan Unkhair masuk jajaran program pengabdian masyarakat terbaik di Indonesia.

Keberhasilan diraih melalui inovasi yang mengintegrasikan teknologi pengolahan limbah dengan pemberdayaan masyarakat di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara.

Program yang mengantarkan tim Unkhair meraih penghargaan itu berjudul “Transformasi Sanitasi Berbasis Teknologi Kempa Serbaguna untuk Produksi Paving Block Ecobrick dan Inovasi Eco-Herbal di Kota Tidore Kepulauan.” Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi Program Studi (prodi) Farmasi, Teknik Mesin, dan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (BEM FKIK) Unkhair.

Tim pengusul dipimpin apt. Amran Nur, S.Farm., M.Kes, anggota apt. Aditya Sindu Sakti, S. Farm., M.Farm, apt. Sandrawati, S.Si., M.Si, dan Ir. Bambang Tjiroso, S.T., M.T.

Aspek pelaksanaannya, tim bekerja sama Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (BEM-FKIK) yang dipimpin Muhammad Ardiansyah, melalui skema Pengabdian Masyarakat (PM) BEM Berdampak Tahun Anggaran 2025.

Penghargaan diperoleh setelah melalui persaingan ketat. Dari 957 proposal yang diajukan perguruan tinggi se-Indonesia, hanya 263 program lolos pendanaan pada 2025. Selanjutnya, sebanyak 60 program terbaik yang diundang untuk mempresentasikan hasil pelaksanaan pada Seminar Dampak 2026.

Di tengah puluhan program terbaik lolos seleksi nasional, inovasi tim Unkhair berhasil meraih peringkat ketiga. Selain memaparkan capaian program dalam seminar, tim juga menampilkan sejumlah produk inovasi pada gelar karya yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. 

Program Mahasiswa Berdampak yang digagas Kemendiktisaintek bertujuan mendorong mahasiswa menghadirkan solusi nyata bagi persoalan masyarakat.

Melalui program tersebut, inovasi tidak hanya diukur dari aspek kebaruan teknologi, tapi juga dampak sosial, ekonomi, dan keberlanjutan yang dihasilkan.

Prestasi ini menegaskan bahwa inovasi dari perguruan tinggi di Indonesia Timur mampu bersaing di tingkat nasional. Bagi Unkhair, capaian itu menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas disiplin dapat melahirkan solusi yang relevan dan berdampak bagi masyarakat.(*)

 

Penulis: Polo 

Foto: Istimewa