31 Oct 2026 Humas Post Dibaca 14 kali

LPPM Unkhair Terlibat Perumusan Indeks Ketahanan Energi Daerah di Jakarta

LPPM Unkhair Terlibat Perumusan Indeks Ketahanan Energi Daerah di Jakarta

UNKHAIR, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Khairun (Unkhair), Prof. Dr. Sundari, S.Pd., M.Pd, menghadiri pembahasan penguatan ketahanan energi nasional melalui Focus Group Discussion Mekanisme Pengukuran Indeks Ketahanan Energi Daerah ( FGD IKeDa).

Kegiatan yang diselenggarakan Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berlangsung di JS Luwansa Hotel and Convention Center, Jakarta Selatan.

FGD dibuka oleh Sekretaris Jenderal DEN, Dr. Ir. Dadan Kusdiana, M.Sc, dan dihadiri perwakilan Dinas ESDM tingkat provinsi, serta Purnomo Yusgiantoro Center.

Prof. Sundari, hadir sebagai perwakilan akademisi Unkhair, memberi masukan terhadap mekanisme pengukuran IKeDa. Indeks ini dikembangkan untuk memetakan kondisi ketahanan energi setiap daerah secara lebih spesifik, dan terukur guna mendukung kebijakan energi berbasis kondisi aktual wilayah.

Selama ini, pengukuran ketahanan energi nasional menggunakan pendekatan 4A, yakni Availability (ketersediaan), Affordability (keterjangkauan harga), Accessibility (aksesibilitas), dan Acceptability (penerimaan). Namun, pendekatan itu belum sepenuhnya menggambarkan kondisi ketahanan energi di tingkat provinsi.

Pada FGD tersebut, pembahasan mencakup tujuan IKeDa sebagai instrumen untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai ketahanan energi daerah, sekaligus menjadi acuan perencanaan energi, mendukung transisi energi nasional, dan memperkuat peran pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi.

Selain itu, forum membahas proses perhitungan IKeDa, penggunaan tipologi, profil berdasarkan lapangan usaha dominan, serta pemetaan 38 provinsi ke dalam empat klaster tipologi.

Prof. Sundari, berharap kontribusi akademisi tidak hanya sebatas memberi masukan di forum diskusi, tetapi juga berperan langsung dalam pendampingan, sosialisasi, analisis dampak, pemantauan progres, hingga rencana tindak lanjut penerapan IKeDa di daerah masing-masing.

"Hasil pengukuran IKeDa diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan, dan program penguatan ketahanan energi di seluruh provinsi," harapnya.

Penulis: Polo |Foto: Istimewa