22 Sep 2026 Humas Berita Dibaca 15 kali Magister Ilmu Kelautan Unkhair Percepat Masa Studi, Lima Mahasiswa Lulus Tesis 1 Tahun 1 Bulan UNKHAIR, Program Studi (Prodi) Magister Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun (FPIK Unkhair) terus melakukan transformasi sistem pembelajaran dengan mempercepat proses riset mahasiswa sejak semester pertama. Hasilnya, lima mahasiswa berhasil menyelesaikan studi hanya dalam waktu 1 tahun 1 bulan tanpa mengurangi kualitas, dan kompetensi akademik. Koordinator Program Studi Magister Ilmu Kelautan Unkhair, Prof. Dr. Muh. Aris, S.Pi., M.P, mengungkapkan capaian tersebut terlihat dari pelaksanaan ujian tesis mahasiswa pada semester ganjil Tahun Akademik 2026/2027. Muhja menjadi mahasiswa kelima yang berhasil menyelesaikan studi melalui skema percepatan masa studi. Strategi ini, menurutnya diterapkan untuk menjawab persoalan lamanya masa studi yang selama ini menjadi salah satu penyebab rendahnya minat calon mahasiswa. Sebelumnya, rata-rata mahasiswa menyelesaikan pendidikan dalam empat hingga lima semester. "Kami mengubah kurikulum sehingga riset dimulai sejak semester pertama. Tahun pertama difokuskan pada penelitian dan penyusunan tesis, sehingga mahasiswa dapat menyelesaikan studi dalam tiga semester," ujar Guru Besar Bidang Manajemen Kesehatan Ikan Unkhair itu di Ruang Ujian III Gedung Pascasarjana Unkhair, Selasa (22/9/2026). Lima lulusan tersebut berasal dari sejumlah instansi di Maluku Utara, di antaranya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Utara, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, dan Balai Wilayah II Dufa-Dufa. Prof. Aris mengatakan, penelitian para mahasiswa diarahkan untuk menjawab persoalan nyata di wilayah kerja masing-masing. Topik riset mencakup pengembangan budidaya rumput laut di Kabupaten Halmahera Selatan, strategi ekspor ikan Maluku Utara, penguatan rantai dingin perikanan di Halmahera Utara, hingga resiliensi masyarakat pesisir di kawasan industri tambang. Salah satu penelitian Muhja memetakan kesesuaian lahan budidaya rumput laut di Pulau Obi, Halmahera Selatan. Hasil penelitian itu diharapkan menjadi data dasar (baseline) bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pengembangan kawasan budidaya yang berkelanjutan. Hasil riset mahasiswa juga diuji dari perspektif pemerintah dan industri. Pada ujian Muhja, Prodi Magister Ilmu Kelautan menghadirkan penguji eksternal, Vice President Marine and Environmental PT Harita Group, Windi Prayogo. Langkah ini, tambah Prof. Aris bagian dari konsep Kampus Berdampak agar riset mahasiswa tidak berhenti di tesis, tetapi dapat menjadi masukan bagi kebijakan dan pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Maluku Utara. Transformasi itu juga mulai berdampak pada meningkatnya minat pendaftar. Jika beberapa tahun sebelumnya jumlah mahasiswa baru hanya dua hingga tiga orang, bahkan sempat tidak ada pendaftar, pada 2026 Prodi Magister Ilmu Kelautan telah menerima 10 mahasiswa baru. "Fokus kami tetap pada riset pesisir dan kelautan yang mampu menjawab tantangan nyata di Maluku Utara. Target kami, mahasiswa dapat lulus dalam tiga semester dengan kompetensi yang tetap terjaga," kata Prof. Aris. Lima mahasiswa yang menyelesaikan ujian tesis dalam skema percepatan tersebut, yakni Muhja La Saihi, Irwan Usman, Reza, dan Suryani Hud dari DKP Provinsi Maluku Utara, serta Julhasna Hasanudin dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah. (*) Laporan: Chessa |Editor: Polo |Foto: Chessa