23 Jun 2026 Humas Post Dibaca 15 kali

Unkhair dan BPBD Malut Teken PKS, Perkuat Mitigasi Bencana hingga Kolaborasi Riset

Unkhair dan BPBD Malut Teken PKS, Perkuat Mitigasi Bencana hingga Kolaborasi Riset

UNKHAIR,–Universitas Khairun (Unkhair) kembali memperkuat sinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Lantai III Ruang Senat Gedung Rektorat Kampus II Unkhair, Ternate, Selasa (23/6/2026).

PKS tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi di bidang mitigasi, penanganan bencana, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat di wilayah Maluku Utara yang berada di kawasan Ring of Fire.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Unkhair, H. Jamal Hi. Arsad, S.H., M.H, menyampaikan PKS ini merupakan hasil dari serangkaian pembahasan yang telah dilakukan kedua belah pihak.

"Alhamdulillah hari ini kita melangsungkan penandatanganan perjanjian kerja sama. Mudah-mudahan implementasinya dapat berjalan dengan baik, saling menguntungkan bagi Unkhair, BPBD, dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara," ujarnya.

H. Jamal juga berharap, kerja sama tersebut dapat ditindaklanjuti hingga tingkat fakultas sebagai bagian dari penguatan Indikator Kinerja Utama (IKU).

Menurutnya, Unkhair terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai instansi pemerintah maupun dunia industri.

Selain kerja sama BPBD, tambah H. Jamal, Unkhair juga tengah mempersiapkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah perguruan tinggi di India, Thailand, dan Malaysia dalam rangka memperluas jejaring internasional.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Maluku Utara, Fehby Alting, mengatakan kerja sama dengan Unkhair kali ini merupakan yang kedua selama masa kepemimpinannya.

"Kami membutuhkan dukungan Unkhair untuk memperkuat kapasitas penanggulangan bencana di Maluku Utara.

Sebagai daerah yang berada di Ring of Fire, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi sangat penting dalam upaya mitigasi dan penanganan bencana," katanya.

Fehby menjelaskan, selama ini BPBD telah beberapa kali melibatkan akademisi Unkhair, khususnya Fakultas Teknik, dalam penanganan darurat bencana, termasuk penyusunan kajian jasa konstruksi serta aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Selain itu, BPBD juga terlibat bersama Unkhair dan Harita Group dalam pengembangan pilot project penguatan kawasan pesisir di Kabupaten Halmahera Selatan.

Fehby berharap, penandatanganan PKS tersebut tidak hanya menjadi dokumen formal, tapi mampu diwujudkan dalam berbagai program nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat Maluku Utara. (*)

Penulis: Polo |Foto: Fai