04 Nov 2026 Humas Post Dibaca 84 kali

Unkhair Jajaki Kolaborasi Riset Biofilm Bersama UGM dan BRIN

Unkhair Jajaki Kolaborasi Riset Biofilm Bersama UGM dan BRIN

UNKHAIR, Universitas Khairun (Unkhair) menjajaki kolaborasi riset bersama Indonesian Biofilm Research Collaboration Center (IBRCC), Universitas Gadjah Mada (UGM), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD), Rabu (4/11/2026).

Kegiatan yang berkolaborasi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unkhair, itu berlangsung di Aula Nuku Lt. 4, Gedung Rektorat, Kampus II Unkhair, Ternate.

FGD ini merupakan awal membangun kerja sama penelitian lintas perguruan tinggi, dan lembaga riset, khususnya pengembangan riset biofilm yang berpotensi mendukung bidang kesehatan, pertanian, perikanan, dan lingkungan.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Unkhair, Dr. Drs. Hasan Hamid, M.Si, mengatakan Unkhair menyambut baik penjajakan kolaborasi.

Ia berharap, pertemuan ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi berlanjut menjadi kerja sama konkret dalam pengembangan penelitian dan inovasi.

Hasan menyebut, Maluku Utara memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang besar, mulai dari sektor pertanian, perikanan, kelautan hingga pertambangan.

Potensi itu, kata Hasan membutuhkan dukungan penelitian lintas disiplin ilmu agar dapat dikembangkan secara optimal dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Unkhair sangat senang dipilih sebagai mitra kolaborasi. Kami berharap, kerja sama ini berlanjut dan menghasilkan implementasi nyata. Kami siap bergandengan tangan untuk mengembangkan potensi masing-masing melalui riset," harapnya.

Ia menambahkan, pentingnya pemetaan kepakaran dan fokus penelitian untuk mengidentifikasi berbagai persoalan di Maluku Utara yang membutuhkan kajian ilmiah dan solusi berbasis penelitian.

Perwakilan BRIN, Prof. Dr. Puspita Lisdiyanti, M.Agr.Chem, menjelaskan bahwa Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Biofilm dibentuk pada 2022 melalui kolaborasi UGM, Unsoed, dan BRIN. Kerja sama kemudian berkembang dengan melibatkan sejumlah perguruan tinggi lainnya.

Ia menjelaskan, riset biofilm memiliki cakupan luas dan tidak hanya berkaitan dengan bidang kesehatan, tetapi juga pertanian dan lingkungan. Di bidang kesehatan, biofilm merupakan kumpulan mikroorganisme yang membentuk lapisan dan dapat meningkatkan ketahanan mikroorganisme terhadap antibiotik sehingga menjadi salah satu tantangan dalam penanganan penyakit infeksi.

Namun, biofilm juga memiliki manfaat dalam bidang lain, termasuk pertanian dan perikanan. Karena itu, pengembangan risetnya membutuhkan keterlibatan berbagai disiplin ilmu.

Prof. Puspita membuka peluang bagi Unkhair untuk bergabung dalam pengembangan Pusat Kolaborasi Riset Biofilm, terutama melalui bidang kedokteran, kesehatan masyarakat, dan keilmuan terkait.

Ia juga menyampaikan bahwa keterlibatan dalam kolaborasi riset tersebut berpeluang memperkuat akses peneliti terhadap pendanaan penelitian, termasuk skema Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) dari BRIN.

"Semakin kita berkolaborasi, semakin besar peluang menghasilkan penelitian yang maksimal. Kami berharap diskusi ini dapat melahirkan bentuk kerja sama yang lebih konkret ke depan," katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua IBRCC Prof. dr. Titik Nuryastuti, M.Si., Ph.D., Sp.MK(K), sejumlah peneliti BRIN, akademisi UGM dan Unsoed, serta perwakilan dosen dan pengelola laboratorium dari berbagai fakultas di lingkungan Unkhair.

Dari Unkhair, peserta di antaranya Kepala P2KM LPPM Dr. Nurdin I. Muhammad, S.E., M.Si, serta perwakilan FKIP, Fakultas Pertanian, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, dan Fakultas Ilmu Budaya.

Agenda dilanjutkan dengan pemaparan perkembangan riset yang telah berjalan di Pusat Kolaborasi Riset Biofilm oleh peneliti BRIN, Afritha Artikaningtyas, M.Sc, sebelum memasuki sesi diskusi dan penjajakan bidang penelitian yang berpotensi dikembangkan bersama. (*)

Laporan: Fai |Editor: Polo |Foto: Fai