03 Nov 2026 Humas Post Dibaca 28 kali

Unkhair Lepas Tiga Tim Mahasiswa Penerima Program Aksara

Unkhair Lepas Tiga Tim Mahasiswa Penerima Program Aksara

UNKHAIR, Universitas Khairun (Unkhair) melepas tim mahasiswa menjalankan program aksara 2026 di tiga wilayah Maluku Utara. 

Pelepasan berlangsung di Ruang Senat Unkhair, Lt. 3 Gedung Rektorat, Kampus II, Ternate, Selasa (3/11/2026).

Ke tiga tim akan menerapkan berbagai inovasi berbasis potensi sumber daya lokal. Program ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mendorong pengembangan ekonomi melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kegiatan itu dihadiri jajaran pimpinan Unkhair, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (BAKK) M. Tahir Abd. Kadir, S.H, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Prof. Dr. Sundari, S.Pd., M.Pd, dosen pendamping, serta mahasiswa penerima pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Tiga tim yang diberangkatkan akan menjalankan program di Kabupaten Halmahera Tengah, Kabupaten Halmahera Barat, dan Kabupaten Pulau Morotai.

Tim pertama, Werenusa, akan melaksanakan kegiatan di Desa Were, Kabupaten Halmahera Tengah. Tim ini diketuai Apt. Muhammad Subhan A. Sibadu, S.Farm., M.Si, anggota Prof. Dr. Sundari, S.Pd., M.Pd, dan Apt. Marhamah, M.Farm.

Tim kedua, Gamkonora, menyasar Desa Gufasa, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat. Tim tersebut diketuai Apt. Amran Nur, S.Farm., M.Kes, anggota Apt. Sandrawati, S.Si., M.Si, dan Ir. Firman, M.T. Sementara,

Tim Karianga akan menjalankan program di Pulau Morotai. Tim ini diketuai Apt. Aditya Sindu Sakti, S.Farm., M.Si, anggota Ir. Bambang Tjiroso, S.T., M.T., IPP dan Fikri Febrian Dwi Prasetya, S.Pd., M.Pd., Kons.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Unkhair, Dr. Drs. Hasan Hamid, M.Si, dalam arahannya, mengapresiasi keberhasilan mahasiswa dan dosen pendamping yang berhasil memperoleh pendanaan.

Hasan, mengatakan program tersebut harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga nama baik almamater, keluarga, dan diri sendiri selama menjalankan kegiatan di lokasi pengabdian.

Menurut Hasan, Maluku Utara memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA) dan keanekaragaman tumbuhan yang berpotensi dikembangkan melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Karena itu, Hasan berharap, mahasiswa mampu membangun komunikasi dengan masyarakat, mengidentifikasi potensi daerah, serta menerapkan kompetensi akademik untuk menghasilkan solusi atas berbagai persoalan di lapangan.

"Mahasiswa harus mampu membawa ilmu yang dimiliki untuk bersosialisasi dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Kita memiliki kekayaan alam dan beragam tumbuhan botani yang dapat dikembangkan. Potensi ini perlu dioptimalkan melalui pengetahuan dan teknologi," kata Hasan.

Ia juga mendorong mahasiswa menjadikan lokasi pengabdian sebagai ruang pembelajaran sekaligus pengembangan penelitian. Pengalaman dan hasil kegiatan di lapangan dapat dimanfaatkan sebagai bahan penelitian tugas akhir maupun penyusunan skripsi.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni Unkhair, H. Jamal Hi. Arsyad, S.H., M.H, menilai keberhasilan tiga tim memperoleh pendanaan menjadi capaian positif bagi pengembangan prestasi mahasiswa. 

Menurut Jamal, program nasional, seperti Aksara Peduli memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi dengan berbagai persoalan masyarakat.

Ia menyebut masyarakat sebagai laboratorium besar bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan, serta menguji kemampuan dalam menghasilkan solusi yang dibutuhkan.

"Berikanlah yang terbaik untuk diri sendiri dan masyarakat. Jaga nama baik universitas karena dalam kegiatan ini kita membawa nama besar Universitas Khairun," tegasnya.

Jamal berharap, keterlibatan mahasiswa dalam program tersebut turut meningkatkan prestasi kemahasiswaan serta mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan peningkatan kualitas akreditasi universitas.

Terpisah, Kepala LPPM Unkhair, Prof. Dr. Sundari, S.Pd., M.Pd, menjelaskan bahwa keberhasilan tiga tim memperoleh pendanaan merupakan capaian membanggakan bagi Unkhair.

Ia mengungkapkan, dari delapan proposal yang diusulkan melalui LLDIKTI Wilayah XII, tiga proposal yang berhasil memperoleh pendanaan berasal dari Unkhair.

Menurut Prof. Sundari, program yang diusung ketiga tim mengembangkan beragam inovasi dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal.

Inovasi itu, meliputi pemanfaatan serabut kelapa untuk pembuatan pot, pengolahan sampah menjadi guiding block bagi penyandang tunanetra, serta pengembangan produk pangan dan kesehatan berbasis kekayaan alam Maluku Utara. 

Selain itu, terdapat inovasi pengolahan ikan menjadi abon dan pemanfaatan kenari sebagai bahan pengembangan produk kapsul.

"Teknologi dan pengetahuan baru yang akan diterapkan kepada masyarakat sangat beragam. Kami berharap karya-karya mahasiswa ini dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat," ujar Prof. Sundari.

Ia menambahkan, program tersebut merupakan ruang bagi mahasiswa untuk membuktikan bahwa pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dapat dikembangkan menjadi inovasi yang aplikatif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (*)

Laporan: Chessa |Editor: Polo |Foto: Chessa