06 Aug 2026 Humas Berita Dibaca 46 kali Unkhair Resmi Teken MoU dengan BPJS Ketenagakerjaan dan Poltekkes UNKHAIR, Universitas Khairun (Unkhair) resmi menjalin kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ternate dan Poltekkes Kemenkes Ternate, melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), di Ruang Senat Universitas, Lantai 3 Gedung Rektorat, Kampus II Unkhair, Ternate, Kamis (6/8/2026). Kerja sama itu menjadi langkah strategis untuk memperkuat perlindungan jaminan sosial bagi mahasiswa, dan meningkatkan kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan sumber daya manusia. MoU dihadiri Rektor Unkhair Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, S.E., M.M, Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Drs. Hasan Hamid, M.Si, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni Hi. Jamal Hi. Arsad, S.H., M.H, para dekan, kepala lembaga, jajaran BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ternate, serta Direktur Poltekkes Kemenkes Ternate Ridwan Yamko, S.KM., M.Kes, beserta rombongan. Saat membuka kegiatan, Wakil Rektor III Unkhair, Hi. Jamal Hi. Arsad, SH., MH, mengatakan penandatanganan MoU sebenarnya telah beberapa kali direncanakan, namun baru dapat terlaksana karena menyesuaikan agenda pimpinan. "Sebenarnya sudah beberapa kali direncanakan, tetapi karena agenda Rektor maupun kami yang tidak bisa ditunda, akhirnya baru hari ini dapat dilaksanakan. Selain penandatanganan MoU, kita juga akan mendiskusikan berbagai hal penting untuk ditindaklanjuti," ujarnya. Hi. Jamal Hi. Arsad, menjelaskan, kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan akreditasi institusi. Menurutnya, setelah MoU, masing-masing fakultas akan menjajaki penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan BPJS Ketenagakerjaan, maupun Poltekkes Kemenkes Ternate agar implementasi program dapat berjalan lebih konkret. Rektor Unkhair Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, S.E., M.M, menyampaikan perguruan tinggi tidak dapat berkembang tanpa membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Menurut rektor, kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan sangat penting untuk memberikan perlindungan jaminan sosial bagi mahasiswa yang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN), magang, praktik kerja lapangan, maupun penelitian di luar kampus. "Mahasiswa harus merasa aman ketika melaksanakan aktivitas akademik di lapangan. Perlindungan ini akan memberikan rasa percaya diri dan ketenangan bagi mereka maupun civitas akademika," katanya. Selain memperkuat perlindungan mahasiswa, kerja sama dengan Poltekkes Kemenkes Ternate, juga diarahkan untuk mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan inovasi lintas disiplin. Rektor juga mengungkapkan, Unkhair tengah mempersiapkan pembukaan lima program studi baru di bidang kesehatan, di antaranya Program Profesi Farmasi dan Program Studi S1 Keperawatan. Program itu, Prof. Abdullah W. Jabid, berharap membuka peluang lulusan Poltekkes melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana di Maluku Utara. Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Ternate, I Wayan Alit Mahendra P.A.N, mengatakan sinergi dengan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Maluku Utara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2026, jumlah angkatan kerja di Maluku Utara mencapai 574.911 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 169.418 merupakan pekerja formal dan 405.493 pekerja informal. Namun, baru sekitar 221 ribu orang atau 38 persen yang telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Ia juga mengungkapkan, sepanjang 2025 BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ternate telah menyalurkan manfaat sebesar Rp134,3 miliar kepada 15.626 peserta, termasuk beasiswa bagi 239 anak pekerja dengan total nilai Rp692 juta. I Wayan, menambahkan mahasiswa yang mengikuti program magang, juga dapat memperoleh perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran mulai Rp16.800 per bulan. Direktur Poltekkes Kemenkes Ternate, Ridwan Yamko, S.KM., M.Kes, mengatakan kerja sama ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi kesehatan. Poltekkes saat ini, lanjutnya memiliki lima jurusan, tujuh program studi, dan sekitar 2.500 mahasiswa. Selama ini Poltekkes juga masih mengandalkan dosen Unkhair untuk mengajar mata kuliah dasar, serta membutuhkan dukungan laboratorium dan riset kolaboratif. "Kami berharap, setelah MoU ini segera ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama di tingkat fakultas agar implementasinya benar-benar mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi," harapnya. Dalam MoU tersebut, para pihak menyepakati kerja sama mencakup perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, edukasi dan sosialisasi, serta perlindungan jaminan sosial bagi mahasiswa yang mengikuti magang, Kuliah Kerja Nyata (KKN), praktik kerja lapangan, penelitian, dan dosen. (*) Kontributor: Chessa |Editor: Polo |Foto: Chessa