02 Oct 2026 Humas News Read 13 times Dosen THP Unkhair, Dr. Hasbullah, Bawa Riset Fuli Pala di Kuliah Tamu UNSRAT UNKHAIR, Dosen Program Studi (Prodi) Teknologi Hasil Pertanian (THP), Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Faperta Unkhair), Dr. Hasbullah, S.TP., M.Sc, diundang sebagai narasumber utama Kuliah Tamu Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Manado. Kuliah tamu berlangsung di Gedung PKM Lt. 3 Faperta UNSRAT, Jumat (2/10/2026). Acara dipandu Ketua Jurusan Teknologi Pertanian, Dr. Ir. Gregoria S.S. Djarkasi, M.Si. Kesempatan itu, Dr. Hasbullah memaparkan potensi fuli pala (mace) di hadapan sivitas akademika UNSRAT melalui materi "Potensi Antihiperglikemik Fuli Pala". Selaput biji pala tersebut tak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menyimpan potensi untuk dikembangkan sebagai bahan pangan fungsional di bidang kesehatan. Dr. Hasbullah, menjelaskan hasil riset yang mengkaji potensi fuli pala sebagai agen antihiperglikemik melalui sejumlah tahapan ilmiah, mulai dari systematic review, uji in vitro, hingga uji in vivo pada hewan coba. Hasil pengujian pada sejumlah parameter menunjukkan fuli pala memiliki potensi dalam membantu memperbaiki dan menstabilkan status glikemik atau kadar gula darah. Riset potensi antihiperglikemik fuli pala tersebut dikembangkan melalui kolaborasi dengan akademisi dan peneliti dari Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center IPB University, serta Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) IPB University. Hasil riset kolaboratif itu telah dipublikasikan sejumlah jurnal ilmiah internasional bereputasi, dengan kategori mulai Q3 hingga Q1. Peneliti, juga sebagai Ketua PATPI Cabang Ternate itu mengatakan, riset fuli pala kini diarahkan menuju uji klinis untuk mengonfirmasi efektivitas, dan keamanannya sebelum dikembangkan menjadi produk pangan fungsional atau nutrasetikal berbasis komoditas lokal Moloku Kie Raha. Keterlibatan Dr. Hasbullah sebagai narasumber di forum ilmiah di UNSRAT ini menegaskan komitmen Unkhair dalam mendorong hilirisasi riset komoditas unggulan daerah melalui jejaring kolaborasi lintas lembaga, sekaligus memperkuat kontribusi akademik antar-perguruan tinggi di Indonesia. (*) Laporan: Chessa |Editor: Polo |Foto: Istimewa