05 Aug 2026 Humas News Read 17 times

Maba Teknik Unkhair Turun ke Pantai Jambula, Pungut Sampah Jadi Aksi Nyata PKKMB 2026

Maba Teknik Unkhair Turun ke Pantai Jambula, Pungut Sampah Jadi Aksi Nyata PKKMB 2026

UNKHAIR, Ratusan mahasiswa baru (maba) Fakultas Teknik Universitas Khairun (FT Unkhair) tidak hanya mengikuti pengenalan kehidupan kampus, tetapi juga turun langsung memungut sampah di kawasan Pantai Jambula, Kota Ternate, Rabu (5/8/2026).

Aksi bersih-bersih itu menjadi salah satu rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Teknik 2026, yang mengedepankan kepedulian terhadap lingkungan dan menanamkan nilai pengabdian kepada masyarakat, sejak hari pertama menjadi mahasiswa.

Kegiatan di Kampus III Unkhair, Kelurahan Jati, diawali dengan pembukaan PKKMB, dan pengenalan masing-masing program studi. Setelah itu, seluruh maba diarahkan menuju sejumlah titik bakti sosial, termasuk pantai Kelurahan Jambula, Gambesi, Fitu, dan Kelurahan Sasa.

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Fakultas Teknik Unkhair, Ir. Muhammad Amrin M.S. Conoras, S.T., M.Si, mengatakan konsep PKKMB tahun ini dirancang lebih humanis dengan memadukan pengenalan akademik dan aksi sosial.

"Di Kampus Jati hanya pembukaan dan pengenalan prodi. Setelah itu mahasiswa menuju titik-titik bakti sosial, di antaranya Jambula, Gambesi, Fitu, dan Sasa. Ada yang membersihkan tempat ibadah, masjid, tempat wisata, hingga kawasan pantai," ujarnya.

Salah satu kegiatan berlangsung di Pantai Jambula, RT 1/RW 1, Kelurahan Jambula, yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Industri. Maba bersama panitia, memungut sampah yang berserakan di kawasan pesisir sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Menurut Amrin, PKKMB bukan lagi identik dengan perpeloncoan (kekerasan), melainkan menjadi ruang pembentukan karakter mahasiswa yang berorientasi pada nilai kemanusiaan, disiplin, dan tanggung jawab sosial.

Sapaan akrab Amco, Muhammad Amrin M.S. Conoras, menegaskan Fakultas Teknik Unkhair, berkomitmen menciptakan suasana akademik yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

"Penekanan kami adalah menciptakan PKKMB yang humanis. Sudah tidak ada lagi ruang untuk perpeloncoan. Maba harus memahami PKKMB sebagai langkah awal mengenal sistem perkuliahan, dinamika belajar, dan budaya akademik di Fakultas Teknik," jelas Amco.

Ia, juga mengingatkan maba agar mampu mengatur waktu sejak awal kuliah. Menurutnya, beban akademik di Fakultas Teknik cukup tinggi sehingga membutuhkan kedisiplinan, dan manajemen waktu yang baik.

"Kalau ingin lulus tepat waktu, mahasiswa harus membangun relasi yang baik, baik dengan dosen maupun sesama mahasiswa. Selain itu, harus memiliki semangat yang kuat serta mampu mengatur waktu dengan baik. Di Fakultas Teknik, setiap semester terdapat sejumlah mata kuliah dengan tugas-tugas besar. Jika tidak mampu mengelola waktu, mahasiswa akan mudah tertinggal," tutupnya. (*)

Kontributor Chessa: |Editor: Polo |Foto: Istimewa