13 Oct 2026 Humas News Read 21 times Rekor Membanggakan Unkhair, Tiga Proposal Aksara Mahasiswa Raih Pendanaan Kemdiktisaintek 2026 UNKHAIR, Universitas Khairun (Unkhair) kembali mencatat prestasi di tingkat nasional. Tiga proposal Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), berhasil meraih pendanaan Program Aksara Mahasiswa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) 2026. Capaian ini terbilang istimewa. Dari empat proposal yang memperoleh pendanaan di wilayah Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XII, tiga di antaranya berasal dari Unkhair. Keberhasilan itu melengkapi empat pendanaan yang diraih Unkhair melalui skema Program Mahasiswa Berdampak dan Aksara Mahasiswa sepanjang 2026. Tiga proposal yang lolos mengusung inovasi berbasis potensi lokal, mulai dari pengelolaan limbah, ekonomi hijau, hingga pengembangan pangan fungsional untuk mendukung pencegahan stunting. Proposal pertama diketuai apt. Aditya Sindu Sakti, S.Farm., M.Si, bersama Fiki Febrian Dwi Prasetya, S.Pd., M.Psi., Kons, dan Ir. Bambang Tjitoso, S.T., M.T., IPP. Tim ini mengusulkan program Transformasi Lingkungan Inklusif Berbasis Ekonomi Hijau melalui Diversifikasi Teknologi 3E (Eco-Guiding Block, Eco-Cooler dan Eco-Herbal). Program ini mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan produk berbasis ekonomi hijau. Proposal kedua dipimpin apt. Muhammad Subhan A. Sibadu, S.Farm., M.Si, bersama Prof. Dr. Sundari, S.Pd., M.Pd, dan apt. Marhamah, M.Farm. Melalui program Pemberdayaan Usaha Abon dan Posyandu melalui Inovasi Pangan Fungsional dan Edukasi Gizi Berbasis Omega-3 Biji Kenari untuk Mendukung Pencegahan Stunting di Desa Were, Kabupaten Halmahera Tengah, tim ini mengangkat potensi biji kenari sebagai bahan pangan fungsional. Inovasi tersebut diarahkan untuk mengembangkan produk pangan bernilai gizi, memperkuat edukasi gizi di Posyandu, serta membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sementara, proposal ketiga diketuai apt. Amran Nur, S.Farm., M.Kes, dengan anggota Ir. Firman, M.T, dan apt. Sandrawati, S.Si., M.Si. Tim ini mengusulkan program Pengelolaan Limbah Pisang Berbasis Circular Economy menjadi Produk Briket, Media Tanam dan Pot Serbaguna sebagai Solusi Lingkungan Hijau. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, limbah pisang diolah menjadi produk bernilai tambah. Program ini diharapkan dapat membantu mengatasi persoalan lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Prof. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D, menjelaskan Program Aksara Mahasiswa merupakan kelanjutan dari Program Mahasiswa Berdampak (PMB), termasuk program penanganan pascabencana di Sumatera yang sebelumnya membuka ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat. Menurutnya, keberhasilan Unkhair meraih pendanaan dari kedua skema tersebut menunjukkan keberlanjutan komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan program yang menjawab kebutuhan masyarakat. “Sebelumnya, tim yang diketuai oleh apt. Amran Nur, M.Kes, dengan anggota apt. Aditya Sindu Sakti, M.Si, dan Abdul Hamid, M.Psi., Psikolog, juga menjadi satu-satunya tim dari wilayah Indonesia Timur yang berhasil lolos dan memperoleh pendanaan Program Mahasiswa Berdampak. Dengan capaian tersebut, pada tahun ini Unkhair telah berhasil memperoleh empat pendanaan melalui skema Program Mahasiswa Berdampak dan Aksara Mahasiswa," ujar Prof. I Ketut Adnyana. Empat pendanaan tersebut memperlihatkan kontribusi dosen dan mahasiswa Unkhair dalam mengembangkan inovasi yang tidak berhenti pada kegiatan akademik, tetapi diarahkan untuk menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui pendanaan Aksara Mahasiswa Kemdiktisaintek 2026, ketiga tim diharapkan mampu menjalankan program secara optimal dan menghasilkan model pemberdayaan berkelanjutan yang dapat dikembangkan lebih luas. (*) Penulis: Polo |Foto: Istimewa