15 Oct 2026 Humas News Read 15 times Unkhair Sosialisasi Lomba Riset, Beasiswa, dan Hilirisasi BPDP UNKHAIR, Mahasiswa di Maluku Utara berpeluang mengembangkan riset, beasiswa sumber daya manusia (SDM) perkebunan, dan menghasilkan inovasi berbasis potensi lokal melalui program Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) tahun 2026–2027. Peluang itu disosialisasikan Universitas Khairun (Unkhair) bersama Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), dan BPDP di Aula Nuku, lantai 4 Gedung Rektorat Kampus II Unkhair, Ternate, Kamis (15/10/2026). Kegiatan yang digelar secara hybrid ini diikuti mahasiswa Unkhair, perwakilan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (Unutara), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, dan Institut Sains dan Kependidikan Kie Raha (ISDIK) Maluku Utara. Hadir Wakil Rektor I Unkhair Dr. Drs. Hasan Hamid, M.Si, Wakil Rektor II Dr. Irfan Zam Zam, S.E., M.Sc., Ak, Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi Maluku Utara Sakop, Kepala BAKK, M. Tahir Abd. Kadir, S.H, Kepala BPKU, Ir. Nurdewi Rizka, S.P., M.Pd, serta para wakil dekan III di lingkungan Unkhair. Wakil Rektor I Bidang Akademik Unkhair, Dr. Hasan Hamid, mengajak mahasiswa memanfaatkan program tersebut untuk mengasah kompetensi dan menghasilkan penelitian yang orisinal. “Ini adalah peluang yang harus direbut. Masing-masing mahasiswa bisa menunjukkan kompetensinya, tentunya dengan bimbingan dosen,” ujarnya. Hasan menilai, Maluku Utara memiliki beragam potensi lokal yang perlu dikaji secara ilmiah, terutama komoditas perkebunan seperti kelapa. Mahasiswa didorong berani mengembangkan gagasan baru, dan tidak terpaku pada penelitian yang sudah ada. Menurutnya, mengikuti lomba riset juga menjadi pengalaman berharga untuk mengasah kemampuan meneliti, terlepas dari hasil kompetisi yang diperoleh. Kepala Kanwil DJPb Provinsi Maluku Utara, Sakop, menekankan pentingnya riset, pengembangan SDM, dan hilirisasi untuk memperkuat potensi ekonomi daerah. Ia menjelaskan, kelapa merupakan salah satu komoditas unggulan Maluku Utara, yang berpeluang dikembangkan menjadi produk turunan bernilai tambah, seperti santan, minyak kelapa, dan virgin coconut oil (VCO). Namun, pengembangan sektor perkebunan tidak cukup hanya mengandalkan produksi bahan baku. Riset diperlukan untuk meningkatkan produktivitas, memperbaiki pola budi daya, mengembangkan produk turunan, hingga menyesuaikan hasil olahan dengan kebutuhan pasar. “Riset menghasilkan pengetahuan dan inovasi. Hilirisasi mendorong penerapan inovasi menjadi produk bernilai tambah, sementara pengembangan SDM memastikan tersedianya tenaga yang mampu mengelola dan mengembangkan proses secara berkelanjutan,” ujarnya. Melalui program ini, kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi diharapkan melahirkan peneliti muda, SDM unggul, serta inovasi yang mampu meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan dan memperkuat perekonomian Maluku Utara. Sosialisasi menghadirkan empat narasumber secara daring, yakni Dr. Bandung Sahari selaku Tim Penilai Lomba Riset Mahasiswa, Fitriyah sebagai Analis Program Riset, Rangga Rahmananda sebagai Analis Program Beasiswa SDM Perkebunan, serta Dimas Galih Adiputra sebagai Analis Program Pangan dan Hilirisasi. Diskusi dipandu dosen Unkhair Abu Rahmat Ibrahim, yang hadir langsung di Aula Nuku. Sementara itu, Ketua UKM Riset Khairun Cendikia, Siti Husnul Khotimah, sebagai pembawa acara. (*) Laporan: Chessa |Editor: Polo |Foto: Chessa